Jakarta, 24 Juni 2026 – Ketua Partai Hijau Indonesia, Roy Murtadho, menegaskan bahwa isu lingkungan hidup harus menjadi perhatian bersama seluruh elemen bangsa di tengah berbagai agenda pembangunan nasional. Menurutnya, pembangunan yang ideal tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus memastikan keberlanjutan alam bagi generasi mendatang.
Roy Murtadho menyampaikan bahwa dalam perspektif Islam, manusia memiliki tanggung jawab sebagai penjaga bumi, bukan sebagai pihak yang bebas mengeksploitasi alam tanpa batas. Prinsip tersebut, kata dia, menjadi dasar penting dalam membangun keseimbangan antara kebutuhan pembangunan dan kelestarian lingkungan.
“Islam mengajarkan bahwa manusia adalah penjaga bumi, bukan penguasa yang bebas merusaknya. Karena itu, pembangunan yang baik adalah pembangunan yang menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian alam untuk generasi yang akan datang,” ujar Roy Murtadho, Rabu (24/6/2026).
Ia menilai, pembangunan nasional pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka harus tetap memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan. Menurutnya, peningkatan ekonomi, pembangunan infrastruktur, dan pemerataan kesejahteraan harus berjalan beriringan dengan perlindungan terhadap ekosistem.
“Pembangunan tidak boleh hanya mengukur keberhasilan dari sisi ekonomi, tetapi juga harus melihat dampaknya terhadap lingkungan. Alam yang terjaga merupakan fondasi penting bagi kesejahteraan masyarakat dalam jangka panjang,” katanya.
Roy menjelaskan bahwa Islam mengajarkan konsep keseimbangan atau mizan dalam kehidupan. Menurutnya, manusia memiliki kewajiban untuk menjaga harmoni antara pemanfaatan sumber daya alam dan upaya perlindungan lingkungan.
Ia mengingatkan bahwa berbagai persoalan seperti deforestasi, pencemaran lingkungan, kerusakan daerah aliran sungai, hingga degradasi ekosistem harus menjadi perhatian serius pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan.
“Kritik terhadap persoalan lingkungan harus dipahami sebagai masukan konstruktif untuk memperkuat kebijakan pemerintah. Yang dibutuhkan bukan hanya menyampaikan masalah, tetapi juga membangun solusi melalui pengawasan, perbaikan tata kelola, dan penegakan hukum yang konsisten,” jelasnya.
Ketua Partai Hijau Indonesia tersebut juga mengapresiasi berbagai upaya pemerintah dalam mendorong pembangunan berkelanjutan, termasuk transisi energi, rehabilitasi lingkungan, serta konservasi sumber daya alam.
Namun, ia menekankan bahwa setiap kebijakan lingkungan tetap membutuhkan evaluasi dan penyempurnaan agar tujuan pembangunan ekonomi dapat berjalan selaras dengan perlindungan alam.
“Kita mengapresiasi langkah-langkah positif pemerintah dalam menjaga lingkungan. Namun, evaluasi dan penguatan kebijakan harus terus dilakukan agar pembangunan benar-benar memberikan manfaat tanpa mengorbankan masa depan generasi berikutnya,” ujar Roy.
Lebih lanjut, Roy menilai bahwa kesadaran ekologis perlu dibangun sejak dini melalui pendidikan, keteladanan, serta peran aktif tokoh masyarakat dan agama. Menurutnya, menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga bagian dari nilai moral dan spiritual setiap manusia.
“Menjaga lingkungan adalah bagian dari ibadah dan bentuk rasa syukur kepada Allah SWT. Kerusakan lingkungan pada akhirnya akan berdampak langsung kepada manusia, mulai dari kesehatan, ketahanan pangan, hingga kualitas hidup masyarakat,” ungkapnya.
Roy Murtadho mengajak seluruh komponen bangsa untuk menjadikan isu lingkungan sebagai agenda bersama yang tidak dibatasi oleh kepentingan politik jangka pendek.
“Dengan semangat gotong royong, dialog, dan tanggung jawab bersama, Indonesia dapat mewujudkan pembangunan yang maju secara ekonomi sekaligus lestari secara ekologis,” pungkas Ketua Partai Hijau Indonesia, Roy Murtadho.






