Presma UJ Hikmah Maulana Sai Ajak Generasi Muda Rawat Nilai-Nilai Reformasi 1998

oleh -0 Dilihat
Aksi Mahasiswa Universitas Jayabaya
Aksi Mahasiswa Universitas Jayabaya

Jakarta, 3 Juni 2026 – Presiden Mahasiswa (Presma) Universitas Jayabaya (UJ), Hikmah Maulana Sai, menegaskan bahwa semangat Reformasi 1998 harus terus dijaga oleh generasi muda melalui partisipasi aktif, pengawasan yang konstruktif, serta komitmen bersama dalam memastikan setiap kebijakan pemerintah benar-benar berpihak kepada kepentingan masyarakat.

Menurut Hikmah, Reformasi 1998 menjadi tonggak penting dalam perjalanan demokrasi Indonesia yang membawa nilai-nilai perubahan, transparansi, akuntabilitas, serta tuntutan terhadap penyelenggaraan pemerintahan yang lebih terbuka dan bertanggung jawab.

“Semangat Reformasi 1998 mengajarkan kita bahwa demokrasi harus diiringi dengan partisipasi aktif, pengawasan yang konstruktif, dan komitmen bersama untuk memastikan setiap kebijakan negara benar-benar berpihak kepada kepentingan masyarakat,” ujar Hikmah Maulana Sai.

Ia menilai, berbagai program pembangunan dan kebijakan pemerintah pada dasarnya memiliki tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat pertumbuhan ekonomi, memperluas akses pendidikan, kesehatan, serta mendorong pemerataan pembangunan di berbagai daerah.

Namun, menurut Hikmah, keberhasilan sebuah kebijakan tidak hanya ditentukan dari tahap perencanaan, melainkan juga dari proses pelaksanaan dan dampak nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Pemerintah membutuhkan kontrol sosial agar setiap program yang dijalankan benar-benar tepat sasaran dan memberikan manfaat bagi rakyat. Peran mahasiswa bukan untuk mencari kesalahan, tetapi menjadi mitra kritis yang memberikan masukan berbasis data dan solusi,” jelasnya.

Sebagai Presiden Mahasiswa Universitas Jayabaya, Hikmah menegaskan bahwa mahasiswa memiliki peran penting dalam menjaga kualitas demokrasi melalui pengawasan terhadap kebijakan publik.

Ia menyampaikan bahwa sikap kritis mahasiswa merupakan bagian dari amanat Reformasi 1998, selama disampaikan dengan cara yang bertanggung jawab dan mengedepankan kepentingan bangsa.

“Kritik yang konstruktif merupakan bentuk kepedulian terhadap masa depan Indonesia. Kritik harus hadir dengan kajian, fakta, dan solusi agar dapat menjadi energi positif dalam memperbaiki kebijakan negara,” katanya.

Hikmah juga mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengedepankan budaya dialog dan partisipasi dalam menyampaikan aspirasi. Menurutnya, perbedaan pandangan dalam demokrasi merupakan hal yang wajar, tetapi harus disikapi dengan kedewasaan.

“Demokrasi bukan hanya tentang menyampaikan pendapat, tetapi juga tentang bagaimana kita menjaga ruang dialog tetap sehat. Aspirasi harus disampaikan secara damai, tertib, dan sesuai dengan koridor hukum agar tidak menimbulkan polarisasi di tengah masyarakat,” tegasnya.

Di tengah berbagai tantangan nasional dan global, Hikmah menilai stabilitas sosial dan politik menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan pembangunan. Karena itu, seluruh pihak harus menjaga keseimbangan antara kebebasan berekspresi dan tanggung jawab menjaga persatuan bangsa.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Reformasi 1998 bukan sekadar catatan sejarah, tetapi merupakan komitmen yang harus terus diwujudkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Nilai-nilai reformasi harus terus hidup melalui pemerintahan yang transparan, masyarakat yang aktif, serta generasi muda yang peduli terhadap arah masa depan bangsa,” ungkapnya.

Hikmah berharap sinergi antara pemerintah, mahasiswa, akademisi, dan masyarakat dapat terus diperkuat untuk mewujudkan Indonesia yang lebih maju, adil, dan sejahtera.

“Kolaborasi seluruh elemen bangsa menjadi kunci agar cita-cita Reformasi 1998 benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat Indonesia,” pungkas Presiden Mahasiswa Universitas Jayabaya Hikmah Maulana Sai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.