Masri Ikoni: Pemuda Islam Harus Aktif Mengawasi dan Mengawal Kebijakan yang Menyentuh Rakyat

oleh -0 Dilihat
Gerakan Pemuda Islam Indonesia Gpii
Gerakan Pemuda Islam Indonesia Gpii

Jakarta, 19 Juni 2026 – Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII), Masri Ikoni, menegaskan bahwa GPII memiliki rekam jejak panjang dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia dan senantiasa berperan aktif dalam menjaga kedaulatan negara serta memperjuangkan nilai-nilai keadilan sosial yang berlandaskan ajaran Islam.

Menurut Masri, sejak masa pra-kemerdekaan, GPII bersama berbagai organisasi pemuda Islam lainnya telah menjadi bagian penting dalam menggelorakan semangat kebangsaan yang berlandaskan nilai keimanan, moralitas, dan kecintaan terhadap tanah air. Pada masa tersebut, pemuda Islam turut mendorong percepatan proklamasi kemerdekaan Indonesia sebagai bentuk komitmen terhadap kedaulatan bangsa.

“Para pemuda saat itu memahami dinamika geopolitik global menjelang berakhirnya Perang Dunia II. GPII memiliki sejarah panjang dalam perjuangan bangsa dan selalu berupaya menghadirkan peran strategis bagi kemajuan Indonesia,” ujar Masri.

Ia menjelaskan bahwa pada era Orde Lama, GPII turut berkontribusi menjaga keseimbangan kehidupan berbangsa di tengah berbagai dinamika politik dan ideologi yang berkembang. Pemuda Islam berperan sebagai kekuatan moral dan intelektual yang mengedepankan persatuan nasional serta nilai-nilai keadilan sosial.

Memasuki masa Orde Baru, ketika pembangunan ekonomi menjadi fokus utama pemerintah, GPII tetap aktif dalam bidang pendidikan, dakwah sosial, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Organisasi tersebut juga terus menegaskan pentingnya kemandirian bangsa serta menjaga kepentingan nasional di tengah berbagai tantangan global.

Menurut Masri, peran pemuda Islam terus berkembang pada era Reformasi hingga saat ini. Pada masa Presiden B.J. Habibie, pemuda Islam mendukung penguatan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai fondasi kemajuan bangsa. Pada masa Presiden Abdurrahman Wahid, pemuda Islam berkontribusi dalam memperkuat semangat kebangsaan, toleransi, dan keadilan sosial.

Sementara pada era Presiden Megawati Soekarnoputri, pemuda Islam turut berperan dalam menjaga stabilitas politik dan mengawal proses demokrasi. Pada masa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, GPII mendorong penguatan kewirausahaan sosial sebagai bagian dari pembangunan ekonomi masyarakat. Adapun pada era Presiden Joko Widodo, pemuda Islam beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital dan mendukung penguatan ekonomi umat melalui berbagai inovasi.

Masri menilai bahwa pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, pemuda Islam memasuki babak baru yang penuh tantangan sekaligus peluang. Fokus pemerintah pada penguatan sumber daya manusia, ekonomi mikro, ketahanan pangan, serta pengelolaan sumber daya alam dinilai membuka ruang besar bagi kontribusi generasi muda.

“Pemuda Islam harus menjadi bagian dari transformasi nasional, termasuk dalam pengembangan teknologi, penguatan ekonomi umat, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Menurutnya, perkembangan teknologi seperti Artificial Intelligence (AI), big data, dan teknologi pertanian digital harus dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas ekonomi masyarakat, memperkuat sektor usaha mikro, serta mendukung ketahanan pangan nasional.

GPII, lanjut Masri, siap menjadi jembatan antara perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat. Organisasi tersebut berkomitmen membantu pelaku UMKM, petani, dan pesantren agar mampu beradaptasi dengan perkembangan digital secara mandiri dan berdaya saing.

“AI bukan ancaman, melainkan alat yang dapat dimanfaatkan untuk mempercepat kemajuan dan kesejahteraan masyarakat apabila digunakan secara bijak, bertanggung jawab, dan beretika,” ujarnya.

Lebih lanjut, Masri menegaskan komitmen GPII untuk mendukung sekaligus mengawal berbagai program strategis pemerintah, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) yang dinilai memiliki dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat dan pembangunan generasi masa depan.

“Program Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Merah Putih merupakan program yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung. Karena itu, pemuda Islam perlu ikut mendukung sekaligus mengawal pelaksanaannya agar berjalan tepat sasaran, transparan, dan memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat,” tegas Masri.

Ia mengajak seluruh kader GPII dan pemuda Islam di Indonesia untuk terus berkontribusi dalam pembangunan nasional melalui semangat kolaborasi, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Pemuda Islam harus menjadi bagian dari solusi bangsa. Dengan semangat kebersamaan dan tanggung jawab, kita dapat ikut mengawal pembangunan nasional demi terwujudnya Indonesia yang maju, mandiri, dan sejahtera,” pungkasnya.