Jaga Demokrasi Tetap Sehat, Halimah Minta Masyarakat Tak Mudah Terhasut Provokasi

oleh -0 Dilihat
Koordinator Tambak Menteng Halimah
Koordinator Tambak Menteng Halimah

JAKARTA – Koordinator Tambak Menteng, Halimah, mengajak masyarakat untuk tetap mengedepankan sikap damai dalam menyampaikan aspirasi serta tidak mudah terprovokasi oleh berbagai informasi yang beredar di media sosial.

Menurut Halimah, aksi unjuk rasa merupakan hak yang dijamin oleh konstitusi dan menjadi bagian dari kehidupan demokrasi. Namun demikian, ia menegaskan bahwa tindakan anarkis dalam demonstrasi tidak dapat dibenarkan karena berpotensi merugikan masyarakat luas.

“Unjuk rasa boleh saja dilakukan sebagai bentuk penyampaian aspirasi. Tetapi tindakan anarkis tidak dibenarkan, baik secara hukum maupun dalam kehidupan bermasyarakat. Tindakan tersebut dapat merusak fasilitas umum, merugikan masyarakat, dan mencederai hak-hak konstitusional warga negara lainnya,” ujar Halimah.

Ia menilai tindakan anarkis dalam sebuah aksi umumnya tidak muncul begitu saja. Menurutnya, terdapat kemungkinan adanya pihak-pihak tertentu yang sengaja memprovokasi massa sehingga situasi yang awalnya kondusif berubah menjadi ricuh.

“Anarkisme biasanya tidak muncul dengan sendirinya. Bisa saja ada provokator atau pihak-pihak tertentu yang memanfaatkan situasi untuk memancing kericuhan dan memecah konsentrasi peserta aksi yang sebenarnya ingin menyampaikan aspirasi secara damai,” katanya.

Karena itu, Halimah mengimbau seluruh elemen masyarakat, khususnya peserta aksi, untuk saling menjaga dan mengingatkan agar tidak mudah terpengaruh oleh provokasi yang dapat memicu konflik maupun perpecahan.

“Yang penting adalah saling menjaga satu sama lain agar tidak terprovokasi. Aspirasi bisa disampaikan dengan damai, tertib, dan tetap menghormati hak masyarakat lainnya,” tuturnya.

Selain itu, Halimah juga menyoroti maraknya penyebaran informasi yang belum tentu benar di media sosial. Ia mengingatkan masyarakat untuk lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, terutama yang berkaitan dengan isu-isu sosial maupun politik.

“Di era digital seperti sekarang, berita hoaks sangat mudah tersebar. Karena itu masyarakat harus lebih cerdas dalam menyikapi informasi, jangan langsung percaya sebelum melakukan pengecekan kebenarannya,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa sikap kritis dan bijaksana menjadi kunci untuk menjaga persatuan di tengah derasnya arus informasi yang beredar di ruang digital.

“Saya mengajak masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi, tidak mudah terpengaruh, dan tidak mudah percaya pada berita hoaks. Mari kita bersama-sama menjaga suasana yang damai, aman, dan kondusif,” pungkasnya.