Jakarta – Pimpinan Pusat Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (PP HIMA PERSIS) menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kaderisasi dan membangun sinergi dalam menjaga persatuan bangsa pasca penyelenggaraan MADINAH Nasional (Masa Dinamisasi dan Aktualisasi HIMA PERSIS) yang telah berlangsung pada 24–28 Juni 2026 di Kantor BBPPMPV Seni dan Budaya, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kegiatan MADINAH Nasional PP HIMA PERSIS mengusung tema “Akselerasi Gerakan HIMA PERSIS dalam Meneguhkan Ideologi dan Intelektual untuk Peradaban Umat dan Bangsa” tersebut diikuti oleh perwakilan PW HIMA PERSIS dari berbagai wilayah di Indonesia.
Pada 13 Juli 2026, Ketua Umum PP HIMA PERSIS, Sholahudin Hasan, S.Pd., Lc., menyampaikan bahwa di HIMA PERSIS ada istilah MADINAH yang merupakan jenjang kaderisasi tertinggi yang menitikberatkan pada penguatan kepemimpinan, intelektual organisasi dan aktualisasi peran kader dan ada istilah MEKAH fase penanaman akidah dan pembentukan karakter serta ada juga yang namanya KABAH fase orientasi perjuangan dan persatuan Kader.
Adapun untuk hasil dari kegiatan MADINAH Nasional kemarin harus menjadi pijakan bagi seluruh kader untuk terus berkontribusi dalam pembangunan umat, bangsa, dan negara. Menurutnya, proses kaderisasi tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan, melainkan harus diwujudkan melalui pembinaan kader yang mampu menyebarkan nilai-nilai positif, memperkuat kapasitas intelektual, serta mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.
Ia juga mengajak seluruh kader HIMA PERSIS di berbagai daerah untuk memperkuat sinergi dengan mahasiswa, masyarakat, dan aparat keamanan dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang berpotensi memecah belah.
Dalam kesempatan tersebut, Sholahudin Hasan turut menyampaikan ucapan selamat atas Hari Ulang Tahun ke-80 Polri yang telah dilaksanakan pada 1 Juli 2026. Ia berharap Polri terus bertransformasi menjadi institusi yang semakin profesional, modern, terpercaya, dan humanis, serta semakin memperkuat kepercayaan publik dalam memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat.







