Jakarta – Badan Eksekutif Mahasiswa Kristiani Seluruh Indonesia (BEM KSI) menggelar Ibadah Kebangsaan sekaligus Deklarasi Tolak Kerusuhan, Jaga Indonesia dengan tema “Doa Bersama Untuk Bangsa: Merawat Persatuan, Meyamai Perdamaian.”, Senin, 20 Juli 2026.
Acara ini digelar sebagai bentuk kepedulian mahasiswa kristiani terhadap keutuhan Bangsa Indonesia.
Acara dibuka oleh Charles Gilbert, Koordinator Pusat BEM Kristiani Seluruh Indonesia, yang menegaskan peran mahasiswa kristiani sebagai aktor utama dalam menyebarkan pesan damai.
“Kita dipanggil untuk merawat persatuan dan menyemai perdamaian. Saya mendeklarasikan bahwa BEM Kristiani Seluruh Indonesia mendukung penuh langkah Polri dalam menjalankan perintah Presiden RI, Bapak Prabowo, untuk menindak tegas pelaku kerusuhan yang berkedok demonstrasi,” tegas Charles,
Ia menyampaikan, bahwa mahasiswa Kristiani memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi aktif dalam pembangunan nasional dengan tetap menjaga sikap kritis dan konstruktif.
“BEM KSI mendukung agenda pembangunan nasional yang berorientasi pada keadilan sosial, persatuan bangsa, dan kesejahteraan rakyat, sekaligus menjalankan fungsi kontrol sosial secara objektif dan bermartabat,” ujar Charles.
Ibadah Kebangsaan itu kemudian dilanjutkan dengan kotbah oleh Pdt. Romki, yang mengutip firman Tuhan dari Matius 5:9.
“Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.”
Dalam pesannya, Pdt. Romki mengajak mahasiswa Kristiani untuk menjadi pembawa damai, pelopor rekonsiliasi, serta sumber pengharapan di tengah masyarakat.
Sebagai penutup, Pdt. Romki memimpin doa syafaat untuk mendoakan Bangsa Indonesia agar segera bangkit dari luka sosial akibat kerusuhan, diberikan kekuatan untuk bersatu kembali, serta tetap terjaga dalam semangat perdamaian.
Melalui ibadah kebangsaan dan deklarasi ini, BEM Kristiani Seluruh Indonesia meneguhkan sikapnya untuk terus menjaga Indonesia, menolak segala bentuk kekerasan, serta berdiri bersama bangsa dalam memperkuat persatuan dan perdamaian.
