JAWA TIMUR – Ketua APDESI Merah Putih Provinsi Jawa Timur, Anton Setyoko, menegaskan bahwa APDESI Merah Putih berkomitmen untuk terus mendukung berbagai kebijakan pemerintah yang bertujuan memperkuat pembangunan desa, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mempercepat pemerataan pembangunan hingga ke wilayah pedesaan. Menurutnya, desa merupakan ujung tombak pembangunan nasional sehingga diperlukan sinergitas yang kuat antara pemerintah, kepala desa, aparatur desa, dan seluruh pemangku kepentingan guna memastikan setiap program dapat berjalan secara efektif dan tepat sasaran.
Anton Setyoko menyampaikan bahwa APDESI Merah Putih Jawa Timur saat ini telah memiliki kepengurusan yang tersebar di 29 kabupaten di Jawa Timur dan secara aktif melakukan komunikasi, koordinasi, serta konsolidasi dengan para kepala desa untuk menyerap berbagai aspirasi dan perkembangan situasi di tingkat desa. Keberadaan organisasi tersebut tidak hanya berfungsi sebagai wadah komunikasi kepala desa, tetapi juga sebagai sarana membangun kolaborasi dalam mendukung pelaksanaan program pemerintah yang berorientasi pada kemajuan desa dan kesejahteraan masyarakat.
Menurut Anton, berbagai dinamika kebijakan yang berkembang saat ini, termasuk pengelolaan Dana Desa, pelaksanaan Program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), efisiensi anggaran, serta program prioritas nasional lainnya, perlu disikapi secara bijak dan konstruktif. Oleh karena itu, APDESI Merah Putih terus mendorong agar setiap aspirasi kepala desa dapat disampaikan melalui mekanisme dialog, koordinasi, dan komunikasi yang baik dengan pemerintah sehingga berbagai persoalan yang muncul di lapangan dapat dicarikan solusi secara bersama-sama.
“Pada prinsipnya kepala desa mendukung kebijakan pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun kami juga berharap komunikasi antara pemerintah dengan pemerintah desa terus diperkuat sehingga berbagai kebijakan yang diterapkan dapat dipahami secara utuh oleh seluruh kepala desa dan masyarakat,” ujar Anton Setyoko.
Lebih lanjut, Anton menegaskan bahwa APDESI Merah Putih Jawa Timur berkomitmen untuk menjadi bagian dari solusi dalam menjaga stabilitas sosial dan kondusivitas daerah. Menurutnya, kepala desa memiliki posisi strategis sebagai pemimpin di tingkat akar rumput yang berinteraksi langsung dengan masyarakat sehingga memiliki peran penting dalam menjaga persatuan, meredam potensi konflik sosial, serta membangun suasana yang aman dan kondusif di lingkungan masing-masing.
Dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan, APDESI Merah Putih juga mengajak seluruh kepala desa untuk terus meningkatkan profesionalitas, transparansi, dan akuntabilitas dalam pengelolaan pemerintahan desa. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah desa sekaligus mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan desa yang baik dan berintegritas.
Anton Setyoko juga menyampaikan apresiasi terhadap upaya Polri yang terus membangun komunikasi dan kemitraan dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi kepala desa. Menurutnya, hubungan yang baik antara pemerintah desa dan Polri menjadi faktor penting dalam mendeteksi serta menyelesaikan berbagai persoalan sosial secara dini sehingga tidak berkembang menjadi gangguan kamtibmas yang lebih luas.
“Kami siap menjalin komunikasi yang positif dan berkelanjutan dengan Polri maupun pemerintah daerah. APDESI Merah Putih Jawa Timur akan terus mendorong seluruh anggota untuk mengedepankan musyawarah, menjaga persatuan, menyampaikan aspirasi secara konstitusional, serta turut berperan aktif menjaga stabilitas pemerintahan desa dan situasi kamtibmas yang kondusif,” tegas Anton.
Ke depan, APDESI Merah Putih Jawa Timur berkomitmen memperkuat sinergi dengan pemerintah, Polri, serta seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung keberhasilan program pembangunan nasional. Dengan komunikasi yang terbuka, kolaborasi yang kuat, dan semangat gotong royong, desa diharapkan mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta pilar utama dalam menjaga stabilitas dan kemajuan Jawa Timur.
